Skip to main

Fisioterapi: Definisi, Tujuan dan Indikasinya

Fisioterapi sebenarnya bukan program pemulihan yang baru di dunia kesehatan. Hanya saja terapi ini memang belum sepopuler kemoterapi maupun hipnoterapi. Padahal di luar negeri program pemulihan ini sangat direkomendasikan khususnya dalam penguatan otot.

Tenaga ahli yang membimbing terapi fisioterapi disebut dengan fisioterapis. Fisioterapis menerapkan prinsip dan praktik terapi untuk mengarahkan pasien memulihkan pergerakan tubuhnya.

Adapun definisi dan siapa saja yang membutuhkan terapi ini bisa Anda simak dalam ulasan singkat berikut:

Apa Itu Fisioterapi?

Menurut laman Kementerian Kesehatan menyatakan definisi terapi ini adalah tindakan rehabilitasi guna meminimalkan keterbatasan fisik imbas dari penyakit maupun cedera.

Pasien yang menggunakan terapi ini berasal dari semua rentang usia dengan berbagai tujuan baik untuk meredakan sakit punggung sampai olahraga dan persalinan.

Berdasarkan Permenkes RI No.65 tahun 2015 terkait Standar Pelayanan Fisioterapi menerangkan bahwa bentuk pelayanan kesehatan ini ditujukan untuk memelihara, mengembangkan dan memulihkan gerak dan fungsi tubuh sepanjang rentang kehidupan dengan penanganan secara manual, peralatan, pelatihan fungsi dan komunikasi serta peningkatan gerak.

Pasien mampu berkonsultasi langsung dengan fisioterapis atau meminta rujukan dari dokter saraf.

Sebelum menjalani terapi, fisioterapis akan mempelajari riwayat kesehatan pasien kemudian menilai dan mendiagnosis kondisinya agar mampu merancang perawatan sesuai dengan diagnosis tersebut.

Baca Juga:

Siapa yang Membutuhkan Fisioterapi?

Terapi fisioterapi dibutuhkan oleh pasien yang memiliki gangguan seperti berikut ini:

  1. Pasien dengan sakit leher dan punggung akibat masalah pada otot dan kerangka
  2. Kehilangan kemampuan bergerak disebabkan trauma yang terjadi pada otak atau tulang belakang maupun akibat dari penyakit parkinson dan multiple sclerosis
  3. Disabilitas akibat masalah jantung
  4. Masalah pada paru-paru seperti asma serta gangguan pernapasan lainnya yakni fibrosis kistik, penyakit paru obstruktif kronis
  5. Masalah tulang yakni persendian, ligamen, otot termasuk radang sendi dan efek usai diamputasi
  6. Masalah panggul seperti kandung kemih, usus yang terkait dengan persalinan
  7. Nyeri, kelelahan, kaku, kehilangan kekuatan otot misalnya selama pengobatan kanker maupun perawatan paliatif
  8. Pasien yang memiliki penyakit kardiovaskular

Terapi fisioterapi tidak disarankan dijalani oleh pasien yang sedang batuk darah, menderita patah tulang dada, mengkonsumsi obat pengencer darah maupun mengalami peningkatan tekanan dalam otak.

Bagi pasien yang mengalami nyeri sangat parah atau patah tulang yang belum diobati oleh dokter tidak disarankan menjalani terapi ini.

Tujuan dan Manfaat Terapi Fisioterapi

Tujuan dari terapi ini sendiri berdasarkan Kementerian Kesehatan adalah mengembalikan fungsi tubuh kembali normal setelah terkena cedera atau penyakit. Tubuh yang menderita penyakit atau cedera permanen dapat menjalankan terapi fisioterapi guna mengurangi dampaknya.

Manfaat dari mengikuti terapi ini bisa Anda simak sebagai berikut:

  1. Terapi ini mampu mengurangi gangguan fungsi tubuh seperti sulit berbicara, bergerak dan mengurangi rasa nyeri
  2. Fisioterapis dapat memberikan edukasi sekaligus membantu pasien memulihkan kondisinya menjadi lebih baik. Fisioterapis dapat menjelaskan latihan pernapasan maupun berjalan yang tepat selama cedera
  3. Bagi pasien penyakit jantung koroner dan rehabilitasi usai mengalami serangan jantung dapat menjalani terapi agar memacu kerja jantung lebih baik
  4. Mempertahankan kekuatan serta kelenturan otot dalam kondisi medis jangka panjang misalnya pada pasien stroke, cedera patah tulang, artritis dan lainnya
  5. Terapi mampu meningkatkan kebebasan bergerak, mobilitas, pernapasan lebih mudah dan mencegah cedera

Indikasi Fisioterapi Dibutuhkan

Sebenarnya terapi fisioterapi bisa dilakukan oleh segala usia apalagi jika mengalami kondisi kesehatan di atas. Ada beberapa indikasi kapan sebaiknya menemui fisioterapis yakni sebagai berikut:

  1. Kondisi kesehatan yang kronis misalnya pasien diabetes yang mengalami keterbatasan mobilitas dan keseimbangan
  2. Pasien yang baru saja menjalani operasi sehingga tubuhnya sulit untuk digerakan seperti tangan, punggung maupun kaki
  3. Pasien yang sakit berkepanjangan sehingga mempengaruhi keterampilan motorik n
  4. Cedera yang membuat pasien tidak mampu bergerak sehingga perlu diatasi dengan terapi ini
  5. Manula yang mengalami keterbatasan gerak dan fungsi atau pasien yang mulai menjaga kesehatan umum akibat efek penuaan
  6. Pasien yang mengalami stroke, cedera otak traumatis, serangan jantung dan lainnya

Prosedur Fisioterapi

Terapi dibutuhkan selama rehabilitasi tergantung dari masing-masing kondisi pasiennya. Prosedur yang ditempuh sebelum dan pasca terapi fisioterapi antara lain:

Persiapan Fisioterapi

Pasien mempersiapkan diri untuk diperiksa oleh dokter dan menggunakan pakaian yang nyaman saat menjalani terapi. Pakaian yang dikenakan bisa baju lengan pendek atau tanpa lengan.

Pelaksanaan Fisioterapi

Prosedur terapi berlangsung selama 30-60 menit dalam satu kali sesi. Dalam sepekan pasien dapat menjalani beberapa kali sesi tergantung kondisi pasien itu sendiri.

Dalam terapinya ada tiga pendekatan yakni terapi manual, latihan gerak, latihan fisik dan pergerakan serta edukasi dan saran.

Pasca Fisioterapi

Setelah menjalani terapi fisioterapi maka pasien disarankan untuk banyak minum air putih. Segera periksakan diri ke dokter saraf bila muncul nyeri berat atau rasa tidak nyaman.

Sumber: UPK Kemkes. Fisioterapi.

Wikipedia. Fisioterapi

Amankan Jadwal Anda di Klinik